Mungkin sejak saat jejak kaki
bergumuruh
lontaran kata pernak-pernik penuh
peluh
dan canda tawa tangis sedih mulai
tak beraturan
semenjak itu pula kau memulai
perkenalan
Dimulai dari belum berpengetahuan apapun
saat itu aku masih buta huruf,
begitu juga angka
dengan penuh kejelian dan kesabaran
kau mencekokiku huruf dan angka itu penuh
makna
Hingga aku tahu segalanya
Sekarang lihatlah
begitu lihai anakmu ini berbicara
begitu mahir merangkai kata
begitu pandai dalam urusan
angka-angka
seolah telah paham akan dunia
Dimulai dari titik nol
yang tak mempunyai arti
bahkan terlihat tolol
aku ini
Kau marahi aku
ketika aku tak tahu
kau caci maki
tanpa aku sadari
mungkin itu caramu
untuk sekedar memperbaiki hasilku
Terimakasih atas jasamu
untukku dan masa depanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar