Intimidasi
dalam kampus
Intimidasi
merupakan tindakan menakut-nakuti, terutama untuk memaksa orang atau pihak lain
berbuat sesuatu. Hal seperti ini dianggap kejam ketika pertama kali di dengar,
condong kepada perbuatan yang bernilai negatif di mata masyarakat sekitar,
terutama ketika seseorang sudah menjadi korban dari intimidasi
(ter-intimidasi). Apa lagi di sekitar kampus, ada yang namanya intimidasi dari
dosen, seperti ketika dosen berbuat semena-mena dalam forum diskusi di kelas,
yang cenderung memaksa mahasiswa untuk mengikuti kehendak-kehendaknya.
Sebenarnya
estimasi atau bayangan tentang intimidasi yang seperti itu perlu di buang
jauh-jauh, kalau perlu jangan lagi di bawa-bawa dalam hal pembelajaran.
Sekarang saatnya kita merubah statemen yang nampaknya negatif itu menjadi
statemen yang positif, sehingga mahasiswa tidak lagi menganut aliran arti
intimidasi yang salah. Perbuatan intimidasi di dalam kampus itu perlu, apalagi
intimidasi dosen terhadap mahasiswanya dalam kelas.
Dosen perlu memaksa mahasiswanya untuk belajar
agar menguasai mata kuliah, sehingga suatu saat nanti mahasiswanya bisa sukses.
Dosen sebagai pemberi ilmu sudah tahu apa yang di perlukan oleh mahasiswanya ke
depan, mungkin itu sebagai metode yang baik baginya. Dan perlu di ketahui,
bahwa sebenarnya hal semacam itulah metode mendidik mahasiswa dengan baik dan
benar, walaupun kesannya paksaan tapi sebenarnya didikan.
Akan
tetapi, tidak hanya dosen yang bisa di katakan melakaukan intimidasi terhadap
mahasiswa, melainkan mahasiswa juga melakukan hal tersebut terhadap mahasiswa
lainnya. Seperti contoh, ketika ada mahasiswa yang berperawakan jelek, dan itu
telah di akui oleh teman-temannya, kemudian temannya mencemooh dirinya di depan
para mahasiswa lainnya, mengatakan bahwa gaya yang dimilikinya adalah ndeso
atau cemoohan yang lainnya. Itu juga bisa di katakan intimidasi.
Intimidasi
yang sudah berada di kalangan kampus ini telah ada semenjak beberapa tahun
lamanya, dan itu pun pernah mereka (mahasiswa) lakukan pada masa Sekolah
Menengah Atas (SMA).
Jadi,
intimidasi yang merugikan orang lain perlu kita hindari, seperti yang telah di
contohkan di atas. Boleh saja melakukan paksaan atau menakut-nakuti tapi dalam
hal kebaikan, seperti intimidasi dosen kepada mahasiswanya tadi, dan itu
merupakan sebuah intimidasi yang perlu di tiru oleh siapapun. Akan membawa
kepada korban atau sasarannya kepada kebaikan untuk kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar