Selasa, 13 Oktober 2015

Inilah Saatnya (1): Perjalanan Hidup

Inilah Saatnya (1): Perjalanan Hidup

Inilah saatnya / melepas sepatu yang penuh kisah / meletakkan ransel yang penuh masalah / dan mandi mengusir rasa gerah / menenangkan jiwa yang gelisah

***
Hidup yang manusia jalani saat ini memiliki tujuan yang pasti untuk masa depan nanti, sekiranya tidak merasa terbebani, dan cenderung kepada kedamaian hati. Akan tetapi dalam kenyataannya, hidup tidak semudah apa yang kita kira, terdapat banyak hal yang harus kita lewati berupa rintangan yang tidak mudah untuk dihindari. Adakalanya rintangan berupa cobaan atau godaan, atau cobaan yang berupa godaan, begitupun sebaliknya, itu adalah merupakan hal yang wajar-wajar saja dalam bahtera kehidupan, agar kita memiliki kesadaran dan kepekaan diri.

Jika kemarin, seminggu atau sebulan yang lalu kita bisa lolos melewati rintangan yang berupa cobaan, mungkin sekarang atau hari esok kita akan dihadapkan dengan yang namanya godaan, begitu pula rintangan lainnya yang akan menyusul hari demi hari. Tidak satupun dari kita bisa menghindar dari rintangan itu, walaupun wujudnya tidak ada akan tetapi ia akan menyerupai apa saja tanpa kita sadari.

Inilah saatnya kita mulai pembaharuan dalam hidup, dari yang negatif menuju positif, buruk menjadi baik, miskin menjadi kaya, malas menjadi giat, marah menjadi tenang, dan lain sebagainya. Sehingga terwujudlah cita-cita yang mulia, meringankan beban yang selama ini menggantung dibawah ketiak, dan mencari selimut hati untuk kedamaiannya.

Kita tinggalkan masalalu yang busuk berupa sikap atau perkataan yangpenuh dengan pertentangan saat ini, dan itu dimulai pada saat kesadaran telah hadir dalam diri kita. Kesadaran yang berupa tindakan ataupun perasaan yang selama ini enggan hadir karena besarnya ego, kesadaran bahwa sikap egois perlu diletakkan pada tempatnya.

Perlu adanya kesejukan dalam jiwa yang bisa dirasakan dengan nayata, mengusir ego yang sudah lama mengendap di kepala, dan memunculkan gerakan yang selama ini buram menjadi terang dipandang mata. Karena hanya kesejukanlah yang kita butuhkan saat ini agar tidak terombang ambing seolah-olah seperti berjalan ditempat saja.

Ketenangan jiwa tidak adakan pernah menghampiri hidup manusia tanpa adanya pembaharuan hidup seperti di atas. Hidup itu tidak bisa indah jika hanya stagnan ditempat, jika ingin memperoleh kemajuan yang diinginkan maka berilah jalan untuk kehidupan. Mungkin kemarin dan saat ini adalah rintangan berupa cobaan atau godaan yang menguasai manusia, akan tetapi saat ini, esok, dan seterusnya bagaimana kita sebagai manusia bisa menguasai rintangan tersebut.


Kuncinya adalah saatnya kita sebagai manusia bisa menguasai diri kita sendiri dari apapun yang terlepas dari kesadaran kita sebagai manusia, karena manusia sejati adalah manusia yang bisa maju kedepan, bukan mundur kebelakang, apalagi hanya berdiam diri ditempat yang itu hanya akan menimbulkan kebosanan yang berkepanjangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar