Inilah Saatnya
(1): Perjalanan Hidup
Inilah
saatnya / melepas sepatu yang penuh kisah / meletakkan ransel yang penuh
masalah / dan mandi mengusir rasa gerah /
menenangkan jiwa yang gelisah
Hidup
yang manusia jalani saat ini memiliki tujuan yang pasti untuk masa depan nanti,
sekiranya tidak merasa terbebani, dan cenderung kepada kedamaian hati. Akan
tetapi dalam kenyataannya, hidup tidak semudah apa yang kita kira, terdapat
banyak hal yang harus kita lewati berupa rintangan yang tidak mudah untuk
dihindari. Adakalanya rintangan berupa cobaan atau godaan, atau cobaan yang
berupa godaan, begitupun sebaliknya, itu adalah merupakan hal yang wajar-wajar
saja dalam bahtera kehidupan, agar kita memiliki kesadaran dan kepekaan diri.
Jika
kemarin, seminggu atau sebulan yang lalu kita bisa lolos melewati rintangan
yang berupa cobaan, mungkin sekarang atau hari esok kita akan dihadapkan dengan
yang namanya godaan, begitu pula rintangan lainnya yang akan menyusul hari demi
hari. Tidak satupun dari kita bisa menghindar dari rintangan itu, walaupun
wujudnya tidak ada akan tetapi ia akan menyerupai apa saja tanpa kita sadari.
Inilah
saatnya kita mulai pembaharuan dalam hidup, dari yang negatif menuju positif,
buruk menjadi baik, miskin menjadi kaya, malas menjadi giat, marah menjadi
tenang, dan lain sebagainya. Sehingga terwujudlah cita-cita yang mulia,
meringankan beban yang selama ini menggantung dibawah ketiak, dan mencari
selimut hati untuk kedamaiannya.
Kita
tinggalkan masalalu yang busuk berupa sikap atau perkataan yangpenuh dengan
pertentangan saat ini, dan itu dimulai pada saat kesadaran telah hadir dalam
diri kita. Kesadaran yang berupa tindakan ataupun perasaan yang selama ini
enggan hadir karena besarnya ego, kesadaran bahwa sikap egois perlu diletakkan
pada tempatnya.
Perlu
adanya kesejukan dalam jiwa yang bisa dirasakan dengan nayata, mengusir ego
yang sudah lama mengendap di kepala, dan memunculkan gerakan yang selama ini
buram menjadi terang dipandang mata. Karena hanya kesejukanlah yang kita
butuhkan saat ini agar tidak terombang ambing seolah-olah seperti berjalan
ditempat saja.
Ketenangan
jiwa tidak adakan pernah menghampiri hidup manusia tanpa adanya pembaharuan
hidup seperti di atas. Hidup itu tidak bisa indah jika hanya stagnan ditempat,
jika ingin memperoleh kemajuan yang diinginkan maka berilah jalan untuk
kehidupan. Mungkin kemarin dan saat ini adalah rintangan berupa cobaan atau
godaan yang menguasai manusia, akan tetapi saat ini, esok, dan seterusnya
bagaimana kita sebagai manusia bisa menguasai rintangan tersebut.
Kuncinya
adalah saatnya kita sebagai manusia bisa menguasai diri kita sendiri dari
apapun yang terlepas dari kesadaran kita sebagai manusia, karena manusia sejati
adalah manusia yang bisa maju kedepan, bukan mundur kebelakang, apalagi hanya
berdiam diri ditempat yang itu hanya akan menimbulkan kebosanan yang
berkepanjangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar