Tak
ada jarak antara suka dan duka
Seperti
langkah yang selama ini kami berikan kepada mereka
Sudah
saatnya, keputusan untuk segera ditetepkan
Agar
kami rela untuk melepas sistem yang berbenturan
Dari
segi kemanusiaan, dari segi ketuhanan
Dan dari
segi keberingasan sebuah konstitusi yang banyak memakan korban
Jika
seekor singa menerkam mangsanya dengan cara mencabik-cabik
Mungkin
harus seperti itu caranya
Agar
dengan mudah melemahkan lawannya
Lalu
menyantapnya
Begitupun
kami,
Seorang
demonstran yang geram terhadap sistem
Yang
membutuhkan perhatian dari atasan
Ketika
suara kami tidak bisa dicerna dengan baik
Maka
kami yang akan mencernanya
Mungkin
harus seperti itu
Agar
mereka bisa memahami kami yang lugu
Yang
hanya dituntut untuk menunggu dan menunggu
Hingga
akhirnya, mereka kami anggap sebagai babu
Mampus
kau diserang batu
Yogyakarta, 20 Oktober 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar